PT. QIMS Intrasindo, sepanjang tahun 2018 ini, melakukan kegiatan Sharing & Discussion, dengan
mengambil tema 3S, yakni Strategi, Sistem, dan SDM. Acara S&D ini dilaksanakan di Triple S Cafe
yang berlokasi di QIMS Center Jalan Karya I, No. 1 Sei Agul Medan. Disamping kalangan internal PT.
QIMS, acara ini juga mengundang para klien QIMS untuk hadir dan juga para penggiat manajemen
yang tertarik untuk mengikuti acara S&D ini.

Even ini diawali dengan mengambil topik “Perencanaan Strategi untuk Mengahadapi Industri 4.0
(Disruption Era)” yang dilaksanakan pada 27 April 2018 pukul 17.00 s/d 20.00 WIB. Beberapa klien
seperti PT. Growth Asia, PT. Waruna Nusa Sentana, Sofindo, dan PDAM Tirtanadi mengirim wakilnya
sebagai peserta. Bapak Achmad Tirmizi dan Bapak Bortiandy bertindak sebagai narasumber dalam
acara ini. Dalam paparannya Pak Tirmizi menjelaskan tentang definisi Perencanaan Strategi dan
metode Analisa SWOT untuk merencanakan strategi yang tepat dalam mempertahankan bisnis
perusahaan ataupun meraih peluang pasar. Sementara Bapak Bortiandy menjelaskan bagaimana
fenomena-fenomena yang terjadi di Era Disruption ini. Banyak perusahaan yang tidak mampu
mempertahankan bisnisnya dikarenakan tidak mampu bersaing dengan kompetitor-kompetitor yang
sudah menggunakan high-technology. Dari tahun ke tahun, produk yang dihasilkan semakin SHIFT,
yaitu Simple, Hare, Individual, Fast, dan Tangible.

Bapak Bortiandy mengajak para peserta untuk membangun perencanaan strategi bisnis yang efektif
dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan internal yang ada di perusahaan.
Selanjutnya, Sharing & Discussion kedua, diadakan 29Juni 2018 pukul 17.00 s/d 20.00 WIB, dengan
mengambil topik : “Pencapaian KPI / Sasaran Mutu dengan metode BSC melalui Strategi Inisiatif”.
Selain dihadiri oleh para profeional QIMS, acara ini juga dihadiri oleh klien yang berasal dari PT. Tirta
Sibayakindo (Aqua), PT. Victorindo Pratama Mandiri, dan PT. Sarana Baja Perkasa. Bapak Achmad
Tirmizi Hutasuhut dan Ibu Vita Monica Sari bertindak sebagai narasumber dalam acara kali ini.
Bapak Tirmizi menjelaskan tentang pengertian strategi inisiatif, siklus strategi inisiatif, karateristik
strategi inisiatif, langkah dalam pengembangan strategi inisiatif, penetapan strategy initiatives
(identifikasi judul SI, pembuatan jadwal dan tahapan), terdiri dari: Create, Select, Plan, Manage
Ibu Vita Monica Sari menjelaskan tentang monitoring strategy Initiatives, mapping initiatives to
objectives, dan strategic initiatives prioritization, prioritizing balanced scorecard initiatives, strategic
initiative charter and budget, evaluasi Initiatives, common problems in managing initiatives, dan
strategic initiatives plan.

Pada Seri ketiga, Sharing & Discussion yang diadakan pada 25Mei 2018 pukul 14.30 s/d 18.30 WIB,
mengambil judul : “Penyusunan KPI/ Sasaran Mutu dengan Metode Balanced Scorecard”. Pada
sharing and Discussion kali ini hadir pihak klien dari PT. Waruna Shipyard Indonesia, PT. Elrei Dasera
Nusantara, PT. Hasrat Tjipta, PT. Sumber Sawit Makmur, PT. Canang Indah, PT. Everest Engineer,
Sofindo dan beberapa Client Pemerintahan dan BUMD, yaitu : Disperindag Kab. Deli Serdang,
DPMPTSP Kota Medan, PDAM Tirtanadi. Juga Klien dari sektor Pendidikan, seperti : Departemen
Teknik Industri USU, Unit Manajemen Mutu USU, dan mahasiswa-mahasiswa USU
Pada kesempatan ini, Bapak Achmad Tirmizi, sebagai narasumber menjelaskan tentang definisi BSC,
empat perspektif BSC, dan bagaimana membuat strategy map yang diturunkan berdasarkan strategi-
strategi perusahaan. Kemudian dibuatkan KPI-nya harus se-SMART-C mungkin, yaitu Specific, Measurable, Agreeable, Realistic, Time Bound, dan Continuosly Improve. Dan terakhir, Bapak
Achmad Tirmizi menjelaskan Cascading Balance Scorecard Perusahaan yang diturunkan ke dalam KPI
Departemen di bawahnya untuk membangun Alignment dalam organisasi
Sementara Bapak Ibnu Hibban, sebagai narasumber kedua, menjelaskan bagaimana PT. QIMS
Intrasindo menerapkan konsep BSC, mulai dari : Menetapkan VISI & MISI perusahaan, Menganalisis
SWOT perusahaan, Merancang strategi-strategi bisnis perusahaan berdasarkan SWOT, Memetakan
strategy map berdasarkan strategi-strategi bisnis perusahaan, Merancang KPI Perusahaan, dan
melakukan Cascading KPI Departemen dari KPI Perusahaan
Pada 27 Juli 2018 pukul 17.00 s/d 20.00 WIB Sharing & Discussion dialnjutkan dengan mengambil
topik “Business Process for Improvement”. Kali ini peserta yang hadir dari PT. Elrei Dasera
Nusantara dan seluruh Internal PT. QIMS Intrasindo.
Ibu Liza Maimun Febrina menjelaskan tentang mengapa organisasi perlu perbaikan proses, konsep
dasar bisnis poses berdasarkan Klausul ISO 9001:2015, proses tunggal menurut ISO 9001:2015,
pengertian bisnis proses, karateristik bisnis proses, dan tipe bisnis proses. Sementara Ibu Meliza
sebagai narasumber II menjelaskan bagaimana cara membuat bisnis proses, pemetaan kelompok-
kelompok yang terlibat dalam proses bisnis, dan workshop bagaimana cara membuat bisnis proses,
mulai dari : Mentukan output dan peneima output, Menentukan proses / aktivitas, Menentukan
input, dan Menentukan sumber masukan.
Sharing & Discussion, pada 24 Agustus 2018 pukul 17.00 s/d 20.00 WIB, mengambil judul
“Interpretation and Implementation Risk Management Based on ISO 9001:2015”. Beberapa Client
Swasta dan Pemerintahan, yakni : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu
Pintu (DPMPPTSP) Kota Medan dan PT. Atmindo, tbk, hadir pada acara tersebut. Rahma Maidani, ST,
yang juga Training Centre Head pada PT. QIMS Intrasindo menjadi narasumber malam itu. Dalam
paparannya Ibu Rahma menjelaskan tentang : Refreshment ISO 9001:2015, Memahami apa itu
risiko, Faktor-faktor risiko, Model Manajemen Risiko, Strategi Teknis Analisis Risiko, Strategi
manajemen risiko sesuai dengan Persyaratan ISO 9001:2015, Prinsip Manajemen Risiko, Kerangka
Kerja Manajemen Risiko, dan Proses Manajemen Risiko
Selanjutnya acara Sharing & Discussion ini akan berlangsung hingga Desember 2018. Untuk bulan
September ini, Information Technogy (IT) akan menjadi tema S&D, dan judul yang akan dijadikan
topik diskusi adalah : “Era of Digitalization to Achieve Industry 4.0“. Ibnu Hibban dan Rizky Pratama
akan bertindak sebagai narasumber. (BiJe)