Konsep diri merupakan modal yang penting bagi seorang calon SDM dalam memasuki dunia kerja. Jika seseorang memasuki dunia kerja tanpa konsep diri yang jelas, maka dia tidak akan mampu bekerja maksimal untuk meraih kesuksesan. Hal ini disampaikan oleh Bahrum Jamil yang bertindak sebagai trainer, dari PT. QIMS Intrasindo, pada Pelatihan Character Building yang diadakan oleh Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK), Medan, pada tanggal 18 dan 19 Oktober 2018, di Aula Serba Guna BBPLK. Komplek BBPLK Jalan Gatoto Subroto Medan.


Training yang dilakukan sebelum para peserta memasuki latihan kerja itu diikuti oleh peserta dari berbagai Propinsi di Indonesia seperti Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Kota Maumere, Flores, Kabupaten Sikka, dan Labuan Bajo. Dari Propinsi Kalimantan Tengah, Kota Palangkaraya, Propinsi Sumatera Barat dari Kota Padang dan Kabupaten Agam. Dari Propinsi Riau dari Kota Pakanbaru, Kabupaten Siak, dan Kota Dumai. Mereka tergabung dalam Program Boarding dan dan terbagi dalam paket-paket pelatihan Taknik Oles, Tour Leader, Arsitektur Drafter, dan Pastry.

Dalam materinya, Bahrum Jamil menekankan bagaiman pentingnya memiliki konsep diri yang tegas sehingga akan membentuk mental dan sikap seorang pekerja yang mempunyai motivasi yang tinggi. Salah satu faktor yang membuat seorang SDM memiliki konsep diri yang kuat adalah dengan memilki tujuan hidup yang jelas. Tujuan hidup yang disusun dengan rumusan SMART (specific, measurable, achieveble, realistic, dan time frame). Mempunyai tujuan hidup yang jelas membuat SDM fokus pada cita-cita dan tujuan hidupnya dan dari sinilah dorongan muncul hingga akhirnya memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja.

Dalam kesempatan ini juga dijelaskan bagaiman Softskill dibutuhkan dalam dunia kerja untuk menopang Hardskill yang ada. Bahrum juga menekankan bahwa training ini sangat penting artinya bagi masa depan peserta dan diharapkan agar para peserta dapat mengikuti pelatihan kerja dengan serius karena dana untuk membiayai mereka cukup besar dan tidak boleh sia-sia.

 

Dalam kesempatan ini, Trainer juga memberikan bingkisan kepada peserta yang aktif dan mampu memberikan resuma materi yang disampaikan pada hari pertama. Pada akhir training, diberikan kuesioner sebagai feedback untuk menilai jalannya training dan diikuti foto bersama antara seleuruh peserta dengan trainer. (BiJe)