QIMS Intrasindo kembali mengadakan Sharing and Discussion di Triple S Cafe baru-baru ini. S&D kali ini mengangkat tema Komitmen Menentukan Masa Depan Anda yang dibawakan oleh Putri Fauzatul Husna, SPsi., Staff HRD pada PT. QIMS Intrasindo, Medan. Dalam bahasannya Husna menyampaikan bagaimana perlunya komitmen yang tinggi dari SDM yang dimiliki oleh organisasi.  Dalam membangan sebuah komitmen di dalam sebuah oraganisasi diperlukan  strategi dan perencanaan yang matang. Kali ini ada tiga pembentukan sebuah komitmen yakni : Personality atau kepribadian, Passion, Motivasi.

Selanjutnya Husna menjelaskan bahwa Personality atau kepribadian adalah modal dasar dari individu untuk mengetahui karakter, tempramen, kepribadian dan potensinya untuk menyesuaikan minat dan bakatnya pada kedudukan atau posisi jabatan yang sesuai dengan kemampuan dari individu tersebut. Passion atau lebih dikenal dengan bakat, kemampuan, dan kesesuian akan kemampuan diri dengan pekerjaan yang akan dilakoninya. Kebanyakkan seorang pekerja tidak mengetahui apa dan di mana passion  nya. Maka dari itu sering terjadi kendala suatu pekerjaan dan menjadi tidak maksimal kinerja seorang karyawan. Hal ini akan berdampak kepada produktifitas dan target yang tidak terselesaikan.

Husna menegaskan bahwa dalam melakukan sesuatu SDM juga harus memiliki motivasi. Apa yang menjadi motivasi seseorang dalam bekerja ?, misalnya saja gaji, persiapan hari tua,  kedudukan pada posisi dan jabatan tertentu, , penghargaan, popularitas, ataupun ingin menunjukan eksistensi pengakuan diri terhadap dari orang lain. Masllow memaparkan ada lima kebutuhan yang harus terpenuhi di dalam setiap individu. Kebutuhan ini berlaku dengan usia yang sedang berlangsung dari individu tersebut. Adapun kebutuhannya yakni kebutuhan fisiologis atau fisiki, ini bekenaan dengan gaji, kebutuhan rasa aman atau persiapan hari tua, kebutuhan kasaih sayang atau adanya sosial dan teman sekerja yang sepemikiran, kebutuhan pengargaan atau popularitas, dan kebutuhan aktualisasi diri atau pengakuan eksistensi diri terhadap orang lain. Setiap individu akan memiliki motivasi yang berbeda-beda. Tidak di pungkuri gaji adalah hal pokok. Namun gaji tidak menjadikan hal pioritas. Gaji setinggi langit namun rasa nyaman dan penghargaan dari setiap yang dilakukan adalah satu faktor pembentukan komitmen di setiap organisasi, lanjut Husna dalam pemaparannya.

Sharing and Discussion ditutup dengan makan malam bersama para peserta yang hadir, yakni dari beberapa klien PT. QIMS, mahasiswa, dan dari internal PT. QIMS sendiri. (BiJe)